Facebook Twitter RSS Feed

Matematika Langit VS Matematika Bumi

Kerja keras belum tentu produktif, lihat tukang becak, sungguh ia sudah kerja keras mengayuh becaknya hingga ngos-ngosan keringatan, tetapi hasilnya ternyata tidak memadai. Kerja cerdas lebih produktif, tidak terlalu keringatan tetapi hasilnya bisa jauh lebih banyak. Tetapi banyak juga orang yang sudah kerja cerdas,sudah
menghasilkan begitu banyak, segala yang dibutuhkan sudah tersedia, ternyata hidupnya tidak tenang, gelisah dan ujung-ujungnya lari ke narkoba atau mendekam di penjara.

Nah ada jenis kerja lain, yaitu kerja ikhlas. Dapat banyak alhamdulillah, dapat sedikit alhamdulillah, belum dapat,sabar dan berusaha lagi. Seberapapun yang diperoleh dari kerja keras,cerdas dan keikhlasannya, ia bisa menerimanya dengan senang hati karena ia menyadari bahwa wilayah manusia itu hanya berikhtiar,
hanya berusaha, sedangkan tentang hasil, disitu ada tangan Tuhan.

Ada orang sudah dapat banyak masih kurang dan hatinya gelisah, makan tak enak tidur tak nyenyak, dimusuhi orang banyak. Sementara yang lain dapatnya sedikit tetapi ia merasa cukup bahkan masih bisa memberi. Dengan tenang ia menikmati hasil jerih payahnya,damai, harmoni dengan lingkungan dan bahkan dihormati orang lain

Menurut hitungan matematis,orang yang punya uang sepuluh juta rupiah kemudian diambil lima juta untuk membantu biaya sekolah anak-anak yatim maka uangnya yang
tersisa hanya tinggal lima juta rupiah. Jika orang itu kemudian mempunyai
pola perilaku tetap yaitu selalu memberikan separoh hasil usahanya untuk membantu orang lain yang kesulitan, maka menurut hitungan matematis ia pasti lambat kayanya dibanding jika ia tidak suka memberi. Jika ia menjadi kaya 10 tahun kemudian,maka logikanya jika tidak suka memberi,ia sudah bisa menjadi orang kaya lima tahun lebih
cepat.

Tetapi realitas kehidupan sering berbicara lain. Orang yang suka memberi justeru lebih cepat kaya sementara orang yang kikir usahanya sering tersendat-sendat. Sama halnya orang dagang yang selalu mengambil keuntungan dengan margin tertinggi justru kalah bersaing dengan pedagang yang mengambil keuntungan dengan margin rendah. Kenapa? karena hidup itu bukan hanya matematis, ada matematika bumi dan ada matematika langit. Orang yang keukeuh (bertahan; sunda) dengan hitungan matematis dalam interaksi social tanpa disadari ia justeru kehilangan peluang non teknis yang nilainya tak terukur secara matematis,yaitu berkah.

Berkah adalah terdayagunanya nikmat secara optimal. Dari uang lima juta rupiah misalnya semua terinvestasi tanpa ada sedikitpun kebocoran,sehingga pertumbuhannya konstan. Sedangkan penghasilan yang tidak berkah dapatnya sepertinya banyak, tetapi yang terdayaguna hanya sedikit karena sebagian besar justeru bocor ke wilayah-wilayah yang tak diperlukan Matematika langit mengajarkan bahwa harta itu anugerah Tuhan. Tuhan menyuruh manusia untuk bekerja keras dan Tuhan akan memberi menurut kehendak Nya sesuai dengan rumus-rumus matematika langit. Zakat misalnya arti bahasanya adalah suci dan tumbuh, artinya orang yang disiplin membayar zakat hartanya menjadi suci (dari sorotan orang miskin) dan hatinya pun menjadi suci (dari keserakahan matematis).

Filosofi zakat ialah bahwa di dalam harta si kaya ada hak orang lain (miskin), yang meminta atau yang malu meminta. Jika zakat tak dibayarkan,maka maknanya si kaya memakan hak orang miskin. Zakat diartikan tumbuh artinya harta yang dizakati akan berkembang volume dan maknanya secara sehat. Logiskah ini?

Tuhan mengajarkan melalui pohon. Pohon yang secara regular digunting ranting dan
daunnya ia akan tumbuh berkembang secara indah dan berpola, karena dari ranting yang digunting akan tumbuh daun baru yang segar. Jika pohon itu tak pernah dipotong maka pohon itu terus berkembang tetapi tidak indah,tidak berpola dan bahkan bisa menjadi pohon besar yang angker.

Orang kaya yang kikir seperti pohon yang angker akan ditakuti. Kecuali oleh orang yang suka yang angker-angker ;)

Salam

sumber: milis Statistika 2002

KISAH IDUL ADHA: Ikhlas & qurban

Kisah "YU TIMAH"

Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.

Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara.

Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa.

Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.
Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta . Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi
seperti yang dijual Yu Timah.

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus.

Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.

''Pak, saya mau mengambil tabungan,'' kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.

''O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?''

''Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.''

''Mau ambil berapa?'' tanya saya.

''Enam ratus ribu, Pak.''

''Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?''

Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.

''Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.''

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.

''Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?''

''Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama Ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.''

''Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita."

Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri.

"Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya?" Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal
itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu.

Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum
kamu naik haji.

Sumber : RESONANSI - Republika Desember 2006, Ahmad Tohari

JACLYN VICTOR, MAU MARCELLO... WAOW!!!!!!





nah ini nih pesaing hebatnya si Mike... hati-hati Mike dengan suara tingginya dan teknik vocal yang nguzubile.. sumpah... she's so perfect!!! aku mrinding ngrungokne suarane... coba deh nonton videonya... huwao!!!!



Dan satu lagi. si MAU MARCELLO yang punya suara berat dan kuat. waktu dia nyanyi I will always love you dengan penjiwaan yang super dahsyat. membuatku ndomblong nggumun gak ketulungan!!!! waah semakin menambah ndredegnya mike nih... ndungo sing akeh yo Mike. pesaingmu dahsyat-sahsyat!!

MY BLOGGER DIARY




Akhirnya.. setelah bertahun-tahun berkutat dengan yahoo dan friendster, akhirnya si ndop punya kesibukan baru lagi, yaitu ber-blogger ria. Pertama-tama sih aku nggak tertarik dengan blog di blogger. Soalnya kayaknya sama saja dengan blog di Friendster. Ee… tapi setelah tau kalau ternyata blog di blogger lebih terkenal dari blog di friendster, maka nggak ada salahnya aku mencoba membuatnya.

Pertama kali membuat, aku dibuat penasaran dengan adanya pengaturan layout, template, dll. Waah.. kayaknya ini menjadi PR besar buatku untuk berimajinasi membuat tampilan blog yang keren. Langsung deh, aku terjun ke dalam blogger. Namun, karena aku sibuk banget pada saat itu (sibuk mencari MP3-nya mbak bjork yang bisa di donlod gratis), maka akupun males nglanjutin membuat blogku. Sampai-sampai ketika aku ingin posting blog, aku lupa nama account plus passwordnya. Alhasil, aku gagal total mengolah blog di blogger. Lalu pada suatu waktu ketika aku ada di Surabaya, salah dua teman menghimbauku untuk membuat blog di blogger, soalnya blogku di FS ternyata lucu dan menarik. Kali aja kalau aku buat lagi di blogger (alias blognya dobel), aku bisa dapat banyak pengunjung, yang ujung-ujungnya dapat duit (katanya) dari pemasangan ad sense. Langsung deh, aku tertarik untuk membuat account lagi..

Template demi template aku coba, tapi nggak ada yang cocok dengan karakterku. Lalu aku iseng buka edit html-nya blogger. Melihat scrip-scripnya yang sudah pernah kulihat sebelumnya di FS (di Customize), Langsung deh, imajinasiku muncul. Dan langkah pertama yang wajib aku ganti adalah background. Aku cari deh, code yang sekiranya mengarah-ngarah untuk bekgraund. Ketika aku temukan, langsung deh kupasang gambarku yang sudah ada di FS. Eh, berhasil! Aku langsung sueneng pol-polan. Lalu aku ingat di FS, kalau pingin boxnya nggak berwarna, pilih transparent. Langsung deh, kucari yang berbau background box, langsung tak ganti transparent. Alhasil bekgraundku yang telah terpasang jadi keliatan semua.

Bekgraund demi beckground silih berganti. Dari yang berformat .gif yang bergerak-gerak, trus .jpg biasa, dan pada akhirnya aku memilih .jpg biasa saja, biar mudah dibaca. Soalnya ada comentator yang bilang bekgraundnya yang bergerak-gerak mengganggu. Akhirnya, setelah mendapat ilham. 'Mak cling' bekgraund pemandangan lah yang kupilih. Biar kesannya down to earth. Trus headernya yang animasi pun tak ganti dengan .jpg biasa namun penuh dengan efek-efek warna yang soft dan keren. Headerku yang baru itu 2 photo tak jadikan satu lo… gak keliatan khan?? Mas endop gitu loh!!!

Sebelum itu, aku disibukkan dengan penambahan widget kayak recent post, recent comment, whos among us, maps among us, dan terakhir tapi bukan berakhir, statistik blog. Setelah berhasil menambahkan widget tersebut, akhirnya selesai sudah mengastemaiz template, langkah selanjutnya adalah mencari tema yang menarik untuk posting.

Karena aku orangnya males banget yang serius-serius, eee… ketika ada kucing sialan super nggilani featuring super kurang ajar bernama kucing garong , aku pun menulisnya dengan caraku yang blak-blakan, ngalir dan konyol. Ee… 2 comment nangkring. Yang tanggapannya semuanya tertawa membaca blogku yang itu. Hahahaha… wong aku aja yang nulis juga masih ketawa kok kalau membacanya lagi. Trus tutorial Kartun/vektor Corel Draw yang benar-benar aku buat sendiri tanpa sumber dari apapun. Murni otodidak. Ee.. satu commen nyantol. Dan bilang keren postingnya. Makasih ya… atas pujiannya. Hihihi… biasa aja lagi… ikuti aja tutorial-tutorial otodidakku yang selanjutnya.

Nah, kadang-kadang (semoga saja nggak pernah), saking nggak ada idenya, aku iseng-iseng baca Intisari, ee… dapet artikel menarik. Tanpa menunggu lagi langsung aku scan, kutata dan kuposting. Kira-kira 5 judulan yang kucopy paste dari intisari, UFO, luluh tidaknya P, Si terburu-buru, fosil hidup dan obat nyamuk. Semoga bermanfaat untuk anda sekalian…

Ngomong-ngomong, udahan dulu ya… Keep on reading my posting, karena dengan kamu baca, berarti aku akan mempunyai kekuatan untuk menulis cerita-cerita yang baru dan lucu lagi ataupun membuat tutorial yang berguna, gampang dan menarik.

Duada….!!!

-------------------------
Empat puluh tahun pertama usia kita dihabiskan untuk menulis ratusan, bahkan ribuan halaman buku teks, yang akan dibaca kelak di sisa umur. Arthur Schopenhaur (1788-1860, filsuf Jerman)