Facebook Twitter RSS Feed

SI TERBURU-BURU beresiko SAKIT JANTUNG




(Dr. Ir. Ali Khomsan)

Istilah Perilaku Tipe A diperkenal-kan pertama kali oleh Dr. Meyer Friedman dalam bukunya Type A Behavior and Your Heart. Menurut dia, pribadi tipe ini mengidap act­ion-emotion complex. Intinya sama dengan "penyakit" terburu-buru. Jika Anda termasuk pribadi tipe ini, berhati-hatilah! Soalnya, gampang terkena risiko penyakit jantung.

Celakanya, pribadi de­ngan perilaku tipe A menghinggapi hampir separuh jumlah pria. Bahkan sekarang sudah menyerang kaum wanita. Sebelum Perang Dunia II hanya sedikit wanita pekerja yang memiliki perilaku tipe ini. Hal ini karena sistem kerja saat itu belum disertai tekanan waktu seperti zaman sekarang.

Selain sifatnya yang terburu-buru, pribadi tipe A tidak segan-segan menyinggung perasaan orang lain. Meskipun nyaris seperti "orang gila" dalam beberapa hal, kegiatan mereka umumnya mendapat pujian dari lingkungan sekitarnya ka­rena dianggap sebagai orang yang berhasil.

Tiga kali lebih besar

Pribadi tipe A lebih banyak dijumpai pada kalangan menengah karena golongan inilah yang ma­sih berjuang untuk memantapkan posisinya, atau masih berambisi kuat un­tuk menambah kekayaan materinya. Berbeda dengan orang-orang kaya yang sudah bisa hiduplebih rileks karena tidak ada lagi yang dikejar. Namun, terkadang masih ada orang kaya yang tetap mempertahankan pribadi tipe A-nya. Batasan kaya itu apa sih? Mungkin begitu kilahnya. Jadi, sifat workaholic yang dikembangkan sejak muda terbawa terus meski sudah menjadi prang yang berkecukupan.

Dalam hubungannya dengan kesehatan, peluang terkena risiko penyakit jantung tiga kali lebih besar. Bahkan faktor risiko ini lebih besar daripada penyebab lain seperti kadar kolesterol, merokok, atau faktor keturunan.

Hubungan antara penyakit jantung dan perilaku tipe A secara tak sengaja ditemukan oleh tukang jok yang akan memperbaiki kursi di tempat praktik seorang dokter jantung. Kursi-kursi sofa yang akan di-perbaiki ternyata hanya rusak di bagian depannya saja. Itu berarti pasien-pasien penyakit jantung yang berkunjung jarang duduk bersandar dan rileks. Perilaku duduk di ujung kursi adalah ciri khas orang bertipe A.

Sedangkan dalam hubung-an antarpersonal, pribadi ini bisa hidup rukun dengan pribadi tipe B yang mempunyai ciri perilaku bertolak belakang. Bisa jadi karena tidak ada persaingan di antara mereka. Hal yang berkebalikan akan terjadi manakala dua pribadi itu sama-sama bertipe A. Di sini akan terjadi persaingan sengit. Dalam percobaan menggunakan tikus yang su­dah direkayasa menjadi tipe A, dua tikus tipe A yang hidup dalam satu kandang ter­nyata berkelahi sampai mati. Karena itu, dalam merencanakan hidup berkeluarga perlu berhati-hati memilih pasangan. Cermati dulu pribadi colon pasangan Anda sebelum menginjak ke pelaminan.

Karena perilaku tipe A cenderung bersikap terburu-buru, maka untuk memecahkan persoalan baru sungguh tidak tepat. Pemecahan per­soalan baru memerlukan orang yang fleksibel, yang bi­sa menghayati dan memahami secara menyeluruh prob­lem apa yang sebenarnya dihadapi.

Ciri tipe A pada masa kanak-kanak bisa dilihat dari kesenangannya menghitung barang-barang milik pribadinya, seperti kelereng, kartu, dll. Kebiasaan ini bahkan bi­sa dibawanya sampai usia dewasa dalam bentuk senang bersaing untuk mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi. Prinsip hidupnya adalah output oriented, yakni segala sesuatu dihargai dari hasil kerjanya. Proses untuk memperoleh. hasil itu sendiri luput dari perhatiannya.

Pribadi ini juga tidak puas hanya menjadi orang biasa. la ingin menjadi bintang di lingkungannya. Kalaupun priba­di ini memiliki rasa humor, ma­ka dia cenderung tertawa kalau menertawakan orang lain.

Sering membunyikan klakson

Ciri menonjol lainnya ada-lah gaya yang tajam dan agresif. Sering kali dia hanya berpura-pura mendengarkan, tetapi sebenarnya sudah bosan dengan pembicaraan yang bertele-tele dari lawan bicaranya. Untuk mempercepat penyelesaian pembicara­an, dia akan berkata, "Ya ..., ya ..., ya ...," meskipun orang lain masih ingin bicara.

Perilaku tipe A tidak puas kalau dalam satu waktu ha­nya menyelesaikan satu pekerjaan. Dia disebut polyphasic karena kecenderungannya mengerjakan lebih dari satu pekerjaan, semisal makan sambil membaca. Ada rasa bersalah jika pribadi tipe A ini tidak mengerjakan apa-apa. Sementara orang lain bisa rileks setelah bekerja, tipe A terus bekerja sampai beranjak ke tempat tidur.

Efisiensi menjadi kata kunci yang hams selalu diperhatikan oleh si A ini. Dia percaya bahwa keberhasilan harus dicapai dengan bekerja cepat. Tak ada waktu sedetik pun yang terlewat tanpa menger­jakan sesuatu.

Perilaku berkendaraan bi­sa menjadi cermin apakah Anda tergolong si Buru-buru. Apakah Anda suka menerobos lampu merah? Apakah Anda cenderung melanggar rambu-rambu lalu lintas? Jika jawabannya ya, Anda berperilaku tipe A. Mungkin banyak sopir bus kota atau angkutan umum yang masuk kategori A bukan karena pribadinya, tetapi demi mengejar setoran. Seringnya menggunakan klakson juga mencerminkan pribadi Anda yang tidak sabaran menghadapi kelambatan orang lain.

Kalau munculnya pribadi tipe A ini bersifat menurun, sebenarnya hal itu masih bi­sa diperdebatkan. Banyak faktor lingkungan yang menyebabkan seseorang cende­rung mengembangkan priba­di tipe A. Hidup di tengah persaingan yang semakin ketat menyebabkan keberhasil­an hidup hanya diukur oleh pencapaian materi. Orang tua yang menggunakan ukuran ini akan mendidik anak-anaknya untuk selalu meraih prestasi. Proses pembelajaran yang terjadi di sekolah dianggap tidak cukup untuk bekal hidup anaknya. Oleh sebab itu anak diwajibkan mengikuti bermacam-macam kursus. Dampaknya, anak se­lalu merasa kekurangan wak­tu dan akhirnya terpaksa atau dipaksa harus menyelesaikan pekerjaan secara cepat. Secara tidak langsung anak su­dah mulai mengembangkan perilaku tipe A.

Terkadang bisa jadi, anak yang dipaksa mengembangkan pribadi tipe ini sejak kecil, ketika menginjak remaja menjadi penentang orang tua. Semasa kecil dia tidak bisa melawan kehendak orang tua yang memaksakan segala bentuk kedisiplinan demi pres­tasi tertentu. Prestasi itu sendiri sebenarnya demi kebanggaan orang tuanya, bukan untuk si anak. Ketika remaja dia mulai mengenal kebebasan yang selama ini tidak pernah diperoleh. Akhirnya, muncullah berbagai bentuk kenakalan. Kesenjangan antara remaja dan orang tua, ternyata lebih banyak ditemukan pada keluarga tipe A.

Mengubah perilaku dari tipe A menjadi tipe sebaliknya, bukan hal yang mudah. Tipe B meskipun tidak seambisius tipe A bukan berarti tergolong orang yang tidak berhasil. Si lawan buru-buru ini tetap mempunyai ambisi untuk meraih prestasi, tetapi ia tidak panik sewaktu berusaha mencapai tujuan itu.

Banyaklah membaca buku

Perlu disadari bahwa An­da tidak akan menderita se­cara materi dengan menjadi tipe B. Jangan mengira bah­wa tipe A saja yang mempu­nyai ambisi atau hasrat menggebu-gebu. Keberhasilan te­tap bisa dicapai meski Anda berperilaku tipe B.

Pribadi tipe A sebaiknya banyak meluangkan waktu untuk memperluas wawasan dengan melakukan berbagai kegiatan tanpa harus merasa dikejar-kejar waktu. Bila mem­punyai perpustakaan pribadi, gunakan waktu untuk mem­baca buku. Bagaimanapun kegiatan membaca buku adalah upaya melatih kesabaran karena Anda tidak bisa melakukannya sambil terburu-buru.

Tipe A yang menjadi pemimpin harus belajar banyak bagaimana mendelegasikan tugas. Walaupun semuanya bisa dikerjakan sendiri, se­baiknya mulai dipikirkan apa yang harus dikerjakan orang lain. Sementara dia sendiri bisa mengerjakan" pekerjaan lain yang lebih penting.

Yang perlu diperhatikan, janganlah suka membentak-bentak atau memarahi bawahan gara-gara mereka lamban di mata Anda. Kalau ukusannya adalah Anda, tentu saja mereka bekerja lebih lambat. Anda harus menyadari bahwa Anda adalah maniak kerja dan mungkin bawahan Anda bukan termasuk golongan itu sehingga wajar kalau mereka lebih lambat menyelesaikan tugas.

Kalau Anda menghadiri rapat di kantor, fokuskan pikiran pada materi rapat. Ja­ngan menghadiri rapat sam­bil membawa pekerjaan lain untuk menunjukkan bahwa Anda orang sibuk. Selain itu jangan keluar-masuk ruangan rapat untuk mengerjakan hal-hal lain. Kesabaran Anda un­tuk mengikuti rapat merupakan latihan untuk mengubah pribadi Anda yang selalu terburu-buru.

Di rumah, tipe A cenderung menjadi bos tetapi sekaligus juga ingin menyelesaikan semua jenis pekerjaan karena dia tidak puas dengan hasil pekerjaan orang lain. Perlu untuk sekali-kali meng­ubah intensitas pekerjaan di rumah. Kalau membersihkan halaman rumah bisa dikerjakan tukang kebun, jangan dikerjakan sendiri. Luangkan waktu lebih banyak untuk keluarga sehingga tekanan psikologis akibat bertumpuknya pekerjaan bisa dihindari.

Bagi mereka yang mempunyai pasangan hidup tipe A bukan berarti rumah tangga Anda akan menjadi neraka. Anda harus lebih banyak bersabar diri, banyak memberi perhatian pada pasang­an Anda, berupaya membantu dan memuji secara proportioned, serta tidak perlu untuk berusaha melebihinya. Untunglah Tuhan Maha Adil karena kebanyakan rumah tangga terdiri dari dua pri­badi yang saling melengkapi. Kalau sang istri tipe A, maka suaminya tipe B. Demikian pula sebaliknya. Namun, kalau keduanya tipe A, maka bersiap-siaplah untuk bersaing ketat dengan pasangan hidup yang sama-sama ambisius dan tidak mau mengalah.

Perlu memanjakan diri

Kajian psikologi menyatakan bahwa individu dengan perilaku tipe A cenderung menciptakan stres pada dirinya sendiri. Dewasa ini kita semua menghadapi sejumlah besar stres. Upaya pengendalian stres yang sudah telanjur overdosis tidak mudah lagi. Karena itu jangan menambah stres dengan berperilaku seperti pribadi tipe A. Belajarlah mengubah diri menjadi tipe B.

Upaya pengendalian diri pada pribadi tipe A dapat dilakukan dengan sedikit memanjakan diri. Suami-istri tipe A yang bekerja keras sehing­ga tidak mempunyai waktu luang untuk bersantai atau berlibur ibarat menyimpan bom waktu. Mereka akan kehilangan waktu untuk bersosialisasi dengan anggota keluarga atau tetangga. Bila kondisi ini berlangsung lama, apalagi ditambah kenyataan bahwa meski bekerja keras namun penghasilannya tidak pernah cukup, mereka akan menjadi orang yang sangat sensitif karena secara tidak langsung mereka menimbun stres dari hari ke hari.

Dampak stres terhadap kesehatan bisa beraneka ragam. Hormon kortison yang dilepas kelenjar adrenalin dapat meningkat secara kronis. Korti­son ini dapat menghancurkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Secara dramatis korti­son juga menyebabkan daya tolak lambung terhadap asam lambungnya sendiri sehingga menyebabkan perut kembung atau menderita tukak usus dua belas jari.

Pribadi tipe A yang betah bekerja sampai larut malam dapat mengalami stres kronis yang mengakibatkan penurunan kadar endorfin, hormon tubuh yang menimbulkan ra­sa nyaman. Hormon ini ibarat pembunuh rasa nyeri yang sangat ampuh; dalam kondisi stres akut tentara yang terluka tidak merasakan sakitnya atau petinju tetap berlaga meski pelipisnya robek. Akan tetapi, dalam kon­disi kronis terjadi penurunan kadar endorfin sehingga muncullah migrain yang berlebihan, sakit pinggang, atau nyeri artritis.

Merasa selalu kehilangan waktu dan diburu deadline untuk menyelesaikan pekerjaan membuat pribadi tipe A senantiasa hidup dalam stres. Kajian biologis mengungkapkan, stres menyebabkan pe-ngurangan hormon seks, yakni testosteron pada pria dan progresteron pada wanita. Akibatnya adalah penurunan libido (nafsu seks) pada pasangan suami-istri yang se­nantiasa hidup di bawah stres. Menghilangkan stres dengan berlibur dapat mengembalikan libido yang telah hilang.

(sumber: Intisari Nopember 1998)

1 comments:

Anis said...

Ada terapi yang disebut dengan terapi khelasi EDTA yang dapat mencegah ataupun menanggulangi penyakit jantung koroner.

Salam.
Anis

Post a Comment