Facebook Twitter RSS Feed

cerita tentang ayam

Di sebuah peternakan ayam, di sana ada 25 ayam betina dan 1 ayam jago(jantan) yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa ayam jago yangtua tadi sudah melewati masa produktif-nya, si pemilik peternakanmemutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda.
Tentu saja hal ini membuat si Ayam jago tua menjadi merasa tersaingi.

Si Tua : Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25, kamuboleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.

Si Muda : Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo, pokoknya semua buataku.

Si Tua : Kalau begitu mendingan kita lomba saja, siapa yang menangboleh ambil semua ayam betina yang ada disini.

Si Muda : Boleh !!!, mau lomba apa ?

Si Tua : Lomba lari 100 m.

Si Muda : Ok, gak masalah.

Si Tua : Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari duluan didepanmu 25 m

Si Muda : Boleh (dengan penuh keyakinan).

Lomba lari dimulai. Ayam jago tua lari dulu 25 meter, kemudian Ayamjago yang muda menyusul dengan kecepatan dua kali lipat.

Eh, waktu hampir bisa nyusul ayam tua, si ayam jago muda menggelepardan mati seketika ditembak oleh pemiliknya.

Sambil memungut ayam muda tadi, si pemilik menggerutu.. .

"SIAL, INI AYAM JAGO-HOMO ke SEPULUH YANG AKU BELI BULAN INI.BUKAN-NYA NGEJAR BETINA, MALAH NGEJAR AYAM JAGO TUA INI !!!."

(sumber: milis smuda nganjuk 2002)

BAHASA JAWA yang benar!

kamarin aku iseng aja, eh bukan iseng deng. aku disuruh betulin komputernya tonggoku yang kena virus trojan horse. nah, sembari nye-can komputer, kan lama tuh, soalnya komputernya pentim 2, aku iseng-iseng buka buku bahasa daerahnya ponakannya tonggoku. ee.. ketika kubuka... DIENG!!! ternyata bahasa Jawanya masih asli. bukan seperti bahasa jawa jaman sekarang yang salah jan kaprah pol-polan.

sebenarnya aku bangga sih jadi orang Nganjuk. soalnya bahasa Jawa versi Nganjuk, banyak betulnya. contohnya, penggunaan kata "KUWI", yang kalau orang timuran (malang, sby, jember, probolinggo, dsktrny) ngomongnya "IKU". trus, yang bener lagi adalah "KOWE" bukannya "KON". banyak sih yang bener diantaranya:

BOCAH, bukan AREK
NDELOK, bukan NONTOK
PIYE, bukan YO'OPO
dst..dst..

waah.. melihat bahasa Jawa Nganjuk yang masih asli, akupun jadi semakin bangga menjadi orang Nganjuk. hihihi...oiya, buku yang kubaca itu Buku Bahasa Daerah Jawa Timur. berarti stasiun TV JTV yang ngakunya TV-nya Jawa Timur, musti makek bahasa yang kayak di buku Bahasa Daerah itu. tapi kalau JTV hanya khusus Surabaya, ya.. silakan aja pake Suroboyoan.

nah, untuk menengahi supaya tidak saling menyalahkan, mendingan gini deh. bahasa Jawa itu banyak macamnya. dan yang standar ya yang kayak di buku-buku bahasa Daerah, kridha Basa, dll. Jadi, kalau yang sudah salah kaprah pol-polan mendingan jangan ngaku makek bahasa jawa, tapi bahasa daerah atau bahasa kota masing-masing saja.
gimana? setuju?? eni sejjestsyen??

:-)

LULUH TIDAKNYA P (kajian Bahasa Indonesia)

waah.. seiring perkembangan jaman, pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar semakin diabaikan. apalagi di jaman reformasi seperti sekarang ini. dengan banyaknya bahasa baru yang muncul seperti bahasa tren anak muda atau bahasa gaul, bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi bahasa wajib, semakin tersingkir.

kali ini, kita membahas tentang luluh tidaknya P. penting nggak sih kita bahas?? menurut saya pribadi, sangatlah penting kalau dibahas dijaman yang semakin ngawur dan salah kaprah seperti sekarang ini. supaya kita selalu ingat akan bahasa kita yang asli, yang benar, jadi sangat berguna untuk penulisan karya-karya ilmiah, skripsi (waduh!), proposal, dsb.

kita langsung mulai saja ya..
kaidah dalam bahasa Indonesia jelas, namun pada praktiknya sering membingungkan. kita menemukan bentuk penulisan atau pengungkapan kata mempercayai (p tidak luluh) dan memercayai (p luluh).

kenapa ada perbedaan?? penyebabnya adalah sangkaan orang bahwa per dianggap imbuhan. sehingga huruf p tidak luluh (mempercayai). kemudian yang lain menganggap per adalah bukan imbuhan sehingga p luluh (memercayai).

padahal yang benar adalah huruf p pada kata percaya bukanlah imbuhan, maka seharusnya p luluh. sehingga yang benar adalah MEMERCAYAI bukan mempercayai.

sedangkan dikasus yang lain seperti pertandingkan dan pertemukan memang p tidak luluh karena per memang suatu imbuhan (dari kata dasar tanding dan temu). perlu diketahui bahwa per pada percayai, perkarakan, perkosa, peduli, pesona bukanlah imbuhan. maka bentuk yang benar adalah memercayai, memerkarakan, memerkosa, memedulikan, memesona.

bentuk dasar yang masih asing juga menjadi alasan tidak luluhnya p. contoh presentasi - mempresentasikan, permanen - pempermanenkan, pascasarjana - mempascasarjanakan. padahal asing tidaknya bentuk dasar, masih sulit ditentukan batasannya. jadi, yang benar penulisannya antara lain adalah:

me + produksi --> memroduksi
me + program --> memrogram
me + proses --> memroses
me + klasifikasi --> menglasifikasi
me + kategorikan --> mengategorikan
me + transfer --> menransfer
me + survey --> menyurvey
me + sukseskan --> menyukseskan

(sumber: intisari, oktober 2007)
:-)